Mengenai Saya

Foto Saya
nothing special about me

Senin, 16 Mei 2011

PEMBIBITAN

Benih kelapa sawit untuk calon bibit harus dihasilkan dan dikecambahkan oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. Proses pengecambahan umumnya dilakukan sebagai berikut.
  1. Tangkai tandan buah dilepaskan dari spikeletnya.
  2. Tandan buah diperam selama 3 hari dan sekali-kali disiram air. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari.
  3. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Cuci biji dengan air, lalu rendam dalam air selama 6-7 hari. Ganti air rendaman setiap hari. Selanjutnya rendam biji tadi dalam Dithane M-45konsentrasi 0,2% selama 2 menit, lalu keringkan.
  4. Masukkan biji kelapa sawit tersebut ke dalam kaleng pengecambahan, dan simpan didalam ruangan bertemperatur 39oC, dengan kelembapan 60-70% selama 60 hari, setiap 7 hari benih dikeringkan selama 3 menit.
  5. Setelah 60 hari, rendam benih dalam air sampai kadar air 20-30% dan keringkan lagi. Masukkan benih kedalam larutan Dithane M-45 0,2% selama 1-2 menit. Sampan benih di ruangan bertemperatur 27oC. setelah 10 hari, beih berkecambah. Biji yang berkecambah pada hari ke-30 tidak di gunakan lagi.
Dalam proses pembibitan biasanya dianut system pembibitan dua tahap (double stage), yaitu pre nursery, dan main nursery.
A.   Prenursery
  • Persyaratan lokasi
  1. Datar (rata) dan dekat dengan sumber air (untuk penyiraman.
  2. Ada naungan, bias berupa atap atau pohon hidup.
  3. Berpagar agar hewan tidak masuk dan merusak areal pembibitan.
  4. Dekat dengan sumber media (isi polybag)
  5. Dekat jalan dan mudah diawasi.
  • Pemesanan kecambah
Satu hektar lahan membutuhkan tanaman sebanyak 143 pohon. Membutuhkan sekitar 220 kecambah, dengan asumsi kecambah yang mati dan abnormal 50%. Duabelas hingga 14 bulan sebelum di tanam di lapangan, kecambah harus sudah di tanam dalam polybag kecil. Karena itu, pemesanannya harus di atur.
  • Penyiapan polybag kecil dan media
Polybag kecil yang digunakan berwarna hitam / putih dengan pancang 14 cm, lebar 8 cm, tebal 0,14 cm. Media tanamyang digunakan untuk pembibitan berupa campuran tanah topsoil (lapisan atas tanah {tanah yang subur}), dan kompos dengan perbandingan 6:1.
  1. Penanaman kecambah
Dua hari menjelang penanaman kecambah, polybag yang berisi media tanam harus di siram. Permukaan media tanamnya digemburkan dengan jari telunjuk atau ibu jari. Lalu dibuat lubang untuk meletakkan kecambah. Ketika menanam, radikula (bakal akar) harus mengarah ke bawah dan plumula (bakal batang dan daun) harus mengarah ke atas. Kecambah diletakkan sedalam 2 cm di bawah permukaan tana, kemudian tanahnya diratakan kembali hingga menutup kecambah tersebut.
  • Naungan
Naungan atau pelindung bias berupa pohon hidup atau naungan buatan yang terbuat dari daun kelapa sawit, atau sebagainya. Naungan ini, dipertahankan berangsur-angsur dikurangi dari arah sebelah timur. Pengurangan naungan yang terlambat dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, pengurangan naungan yang terlalu cepat menyebabkan tanaman stress..
  • Pemeliharaan
  1. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur, pada pagi hari sampai pukul 10.30 dan sore hari dimulai pukul 15.00. jumlah air yang di siramkan sekitar 0,5 liter per pokok setiap kali menyiram.
    2.   Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang tumbuh dalam polybag, kemudian mengumpulkannya di antara petak (bedengan) agar terbakar sinar matahari.
   3.    Pemupukan
Selama tiga bulan di prenursery biasanya tidak diberi pupuk. Namun, jika tampak gejala kekurangan hara (deisiensi) perlu diberi larutan pupuk melalu daun setelah bibit berumur lebih dari 1 bulan atau bibit telah memiliki 3 daun. Jenis pupuk yang biasa digunakan adalah urea dengan konsentrasi 0,1-0,2% (1-2 gram/ liter air untuk 100 bibit). Frekuensi seminggu sekali.
    4.    Pemberantasan hama dan penyakit
Serangan hama dan penyakit selama di prenursery umumnya belum ada. Jika ada, dapat diberantas dengan hand picking (diambil dengan tangan).
    5.    Proses seleksi
Seleksi dilakukan sebelum bibit dipindahkan ke main nursery, bibit yang mati lebih dahulu dikeluarkan, kemudian bibit yang abnormal sebaiknya dimusnahkan. Tanda bibit kelapa sawit yang abnormal sebagai berikut:
  1. Anak daunnya sempit (narrow leaves) dan bergulung kea rah longitudinal (rolled leaves).
  2. Pertumbuhan bibit memanjang (erreted), sangat lemah, lambata atau kerdil (insuffisient growth), dan berputar (twisted shoot).
  3. Permukaan anak daunnya tidak mengembang, tetapi menguncup (collante)
  4. Bibit yang rusak karena serangan curvularia dan antracnosa.
   6.    Pengangkutan bibit
Pengangkutan atau pengiriman bibit polybag kecil ke main nursery dilakukan dalam peti kayu berukuran 66,50 x 42 x 27,50 cm, sehingga setiap peti dapat memuat 35 bibit.

B.    Main nursery
  • Penentuan lokasi
  1. Lapangan atau aral harus terbuka dan sedapat mungkin harus rata.
  2. Dekat dengan sumber air untuk penyiraman.
  3. Dekat atau dipinggir jalan besar agar pengankutan bibit lebih mudah.
  4. Dekat dengan emplacement (tempat terbuka atau tanah lapang) agar mudah dan cepat di awasi.
  • Penentuan luas pembibitan
Setiap satu hektar pembibitan main nursery bias menyediakan bibit untuk 60-70 hektar di lapangan.
  • Pembuatan Lay Out pembibitan
Setelah areal penanaman diratakan (17-18 bulan sebelum penanaman di lapangan), pekerjaan selanjutnya adalah menentukan dan membuat jaringan jalan, parit, dan saluran pembuangan air (drainase)
  • Pemasangan jaringan irigasi
Jaringan irigasi sangat diperlukan sebagai sarana pengairan untuk menyiram bibit. Karena itu, sebelum penanaman dilakukan semua alat dan bahan yang diperlukan untuk system penyiraman harus sudah terpasang dan siap pakai.
  • Pemancangan dan pembuatan petak (bedengan)
Pekerjaan berikutnya adalah memancang menggunakan tali hingga membentuk segi tiga sama sisi yang panjangnya 90 cm. petak atau bedengan sebaiknya di buat memanjang dengan arah timur barat.
  • Penyiapan polybag besar
Polybag yang digunakan sebaiknya berwarna hitam (100% carbon black) dengan panjang 42 cm, lebar 33 cm, (diameter 23 cm) dan tebal 0,15 cm. polybag tersebut dilubangi dengan diameter 5 mm dan jarak antar lubang 7,5 x 7,5 cm. perforasi atau pelubangan tersebut di buat dua baris.
  • Penyiapan media tanam
Media tanam bibit menggunakan tanah bagian atas (topsoil{tanah yang subur}) yang memiliki struktur baik. Jika tidak ada tanah sepert itu dan terpaksa menggunakan tanah liat berat, tanah liat tersebut harus di campur dengan pasir kasar (pasir sungai) dengan perbandingan 3:2.
  • Pengisian media tanam ke polybag
Polybag besar diisi media tanam hingga penuh (sekitar 16kg), lalu di hentakkah 2-3 kali agar media tanamna memadat. Pengisian polybag besar ini harus selesai dikerjakan dalam waktu dua minggu sebelum memindahkan dari prenursery.
  • Penanaman
Sehari sebelum penanaman, media tanam dalam polybag besar harus di siram. Bibit dipindahkan dari prenursery setelah berdaun 2-3 helai dan berumur 3-4 bulan. Penanaman dilakukan dengan cara membuat lubang di polybag besar yang seukuran dengan polybag kecil. Serelah itu, polybag kecil disayat dengan pisau, lalu plastiknya dilepaskan. Bibit beserta tanahnya (ball of earth) langsung dimasukkan ke dalam lubang, kemudian diatur sehingga posisinya tegak seperti semula. Kemudian permukaannya di tutup dengan media tanam baru.
  • Pemeliharaan
   1.    Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari secara teratur dengan volume yang cukup. Penyiraman paling sedikit memerlukan 3 liter/pokok tiap hari.
   2.    Mulching
Untuk menghindari permukaan tana, mencegah penguapan air, dan mengatur kelembapan tanah pada musim kemarau, permukaan tanah harus di tutup dengan mulsa. Mulsa yang digunakan bias berupa cangkang biji sawit (limbah pabrik) sebanyak 1kg/polybag atau cacahan dau alang-alang dan sejenisnya.
  3.    Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma yang tumbuh dalam polybag sekaligus tanahnya digemburkan. Penyiangan lapangan (diluar polybag) dilakukan secara Clean Weeding menggunakan garuk. Rotasi penyiangan 20-30 hari, tergantung pada pertumbuhan gulma.
   4.    Pemupukan
Dosis dan jadwal pemupukan sangat tergantung pada umur dan pertumbuhan bibit. Maksudnya, pupuk yang diberikan merupakan pupuk yang unsur haranya memang diperlukan dan takarannya sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, pemberian pupuk harus sesuai dengan jadwal yang telah di sesuaikan dengan umur bibit.
Pupuk yang diberikan pada bibit biasanya pupuk majemuk N-P-K-Mg (15-15-6-4 atau 12-12-17-2). Jika pupuk majemuk tidak tersedia dapat diganti dengan pupuk tunggal berupa urea, SP 36, MOP, dan Kieserite yang dicampur, sehingga terbentuk pupuk majemuk yang dosis unsur harganya sesuai dengan yang kita kehendaki.
Dimain nursery lebih dianjurkan menggunakan pupuk majemuk N-P-K-Mg 15-15-6-4 pada umur bibit 4-6 bulan dengan dosis 20 gram/bibit. Pada umur 7-12 bulan, diberi pupuk majemuk N-P-K-Mg 12-12-17-2, dengan dosis 30-40 gram/bibit. Pemupukan ini dilakukan setiap bulan.
Kebutuhan pupuk untuk satu hektar main nursery dengan jumlah populasi 11.000-13.000 batang bibit sebagai berikut.
  • Pupuk N-P-K-Mg 15-15-6-4 = 650 – 750 kh/ha (umur 4-6 bulan)
  • Pupuk N-P-K-Mg 12-1217-2 = 2.000 – 2.500 kg/ha (umur 7-12 bulan)
pupuk tersebut ditaburkan melingkar diatas tanah di pinggir bibit. Pemupukan dilakukan sehari sesudah penyiangan. Apabila tedapat gejala kekurangan unsur boron, dapat di beri tambahan larutan borate.
   5.    Pemberantasan hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang biasa menyerang bibit kelapa sawit di main nursery sebagai berikut;
  • Stora sp. (ulat api) memakan daun bibit kelapa sawit.
  • Mahasena sp. (ulat kantong) memakan daun dan bibit kelapa sawit.
  • Oligonycus sp. (ulat ungu) mengisap cairan daun bibit kelapa sawit.
  • Apogonia sp. (ngengat) merusak seluruh permukaan daun. 
  • Orictus sp. (kumbang) menyebabkan pembusukan pada kuncup.
  • Valanga sp. (belalang) memakan daun dan memotong serat-serat daun.
  • Jangkrik memakan pangkal daun muda sampai ke kuncup.
  • Tungau merah merusak permukaan daun bagian atsa.
  • Bekicot mengisap habis jaringan daun, yang tertinggal hanya serat-seratnya.
  • Tikus menggigit dasar batang dan menghancurkan bakal kuncup.
Pengendalian hama-hama di atas biasanya dilakukan secara manual (dipungut dan di bunuh) atau dengan menyemprotkan insektisida sevin 85 ES dan atau Tendion dengan dosis sesuai yang tertera pada labelnya.
Hama lain yang kadang-kadang menyerang pada malam hari adalah babi hutan dan landak yang memakan umbut (titik tumbuh). Pengendaliannya dapat dilakukan dengan memberi umpan beracun atau residu dicampur Zn Fosfit yang di oleskan pada umbut.
Penyakit di pembibitan kelapa sawit jarang dijumpai. Namun, kadang-kadang ada Crown Diseae (busuk tajuk) dan Blast Deseae (busuk akar) yang sulit disembukhan, sehingga yang sakit harus segera dimusnahkan.
   6.    Seleksi
Seleksi di main nursery dilakukan dalam empat tahap, sebagai berikut;
  •  Setelah dipindah dari prenursery
  • Setelah umur 4 bulan
  • Setelah umur 8 bulan
  • Saat akan dipindah ke lapangan.
Bibit abnormal yang harus dibuang sebagai berikut;
a.    Bibit yang memanjang tingginya melebihi rata-rata dan kaku (errectic)
b.    Bibit yang permukaan nya rata (flat), daun yang muda lebih pendek
c.    Bibit yang merunduk (limp)
d.    Bibit yang daunnya membelah (fused leaflet).
e.    Anak daun pendek (short leaflet), sempit, dan selalu bergulung.
   7.    Pengangkutan bibit
Agar proses pengangkutan bibit dari main nursery ke lapangan berjalan efisien sebaiknya dilakukan pembagian tugas. Pekerjaan berikut ini sebaiknya dibebankan pada tenaga kerja terpisah.
  • Memuat bibit kedalam truk bibitan. 
  • Membongkar dan menurunkan bibit dari truk ke tempat yang telah di tentukan di lapangan. 
  • Mengangkut bibit ke ajir tanaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar