Mengenai Saya

Foto Saya
nothing special about me

Senin, 16 Mei 2011

PERSIAPAN LAHAN PENANAMAN KELAPA SAWIT

Persiapan atau pembukaan lahan merupakan kegiatan fisik awal terhadap areal lahan pertanaman. Pembukaan lahan sangat tergantung pada jenis vegetasi, topografi, saran, dan prasaran pendukung. Sebelum membuka lahan disarankan melakukan studi kesesuaian lahan untuk menilai lahan tersebut sesuai atau tidak untuk pertumbuhan kelapa sawit dan mendukung produktivitas tanaman.

Kesesuaian lahan bis di nilai berdasarkan kesesuaian lahan actual dan kesesuaian lahan potensial. Kesesuaian lahan actual adalah kesesuaian lahan tanpa perbaikan karakteristik utama lahan. Dalam hal ini karakteristik lahan dinilai apa adanya. Kesesuaian lahan potensial adalah kesesuaian lahan setelah dilakukan upaya perbaikan karakteristik utama lahan (kesesuaian lahan actual ditambah teknologi dan modal).
Sementara itu, karakteristik lahan merupakan sifat fisik dan kimia suatu lingkungan yang dapat diukur secara langsung berhubungan dengan penggunaan lahan untuk perkebunan.
A.    Pembukaan Lahan
  • Surfei lapangan
  1. Menentukan klasifikasi hutan primer, sekunder, dan atau tersier.
  2. Menggambar topografi lahan (datar, bergelombang, atau berbukit).
  3. Menggambar letak sungai, rawa, kampung, dan lainnya.
  4. Membuat jalan rintisan untuk pengukuran.
  5. Memeriksa tempat sumber air dan mengambil contoh tanah.
  6. Membuat peta orientasi dan membuat petak-petak hektaran (blok).
  7. Membuat lorong-lorong (peta blok kebun) dari patok batas areal.
  • Menebas pohon berdiameter kurang dari 3 inch
Pohon-pohon yang berdiameter kurang dari 3 inci (7,5 cm), termasuk semak di tebas, dan tanaman merambat di cincang. Tinggi tebasan harus rata degnan permukaan tanah. Pekerjaan ini sebaiknya dilakukan dari areal yang rendah kea rah yang lebih tinggi.
  •  Menebang pohon berdiameter lebih dari 3 inch
Penebangan pohon berdiameter lebih dari 3 inci dilakukan olhe tenaga manusia menggunakan chainsaw. Tinggi tebangan dari atas tanah harus di ukur berdasarkan diameter pohon seperti berikut:
  1. Diameter 3-10 inci, tinggi tebangan maksimal 30 cm.
  2. Diameter 10-12 inci, tinggi tebangan maksimum 60 cm.
  3. Diameter 13-30 inci, tinggi tebangan maksimum 90 cm.
  4.  Diameter lebih dari 31 inci, tinggi tebangan maksimum 150 inci.
Jika penebangan dilakukan secara mekanis, seluruh pohon dapat di tumbangkan dengan traktor.
Batang pohon yang sudah di tebang, dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil dan di tumpuk agar lebih mudah kering. Untuk rencana peremajaan, semua dahan dan ranting dari pohon yang sudah di tebang, di potong sepanjang 5 meter, lalu di tumpuk menurut barisan yang teratur. Tanggul atau sisa pohon bekas penebangan liar yang letaknya bertepatan dengan lubang tanaman harus di bongkar.

B.    Pengolahan Tanah
Mengolah tanah dilakukan dengan cara membersihkan lahan dari gulma dan menyiapkan tanah menjadi media yang cocok untuk perakaran dan mendukung pertumbuhan tanaman kelapa sawit.
Mengolah tanah untuk menanam kelapa sawit lebih di anjurkan menggunakan traktor (jika lahan yang diolah cukup luas). Jika mengolah tanah menggunakan traktor, antara dua rotasi yang berurutan berupa pembajakan dan penggarukan, arahnya harus tegak lurus atau paling tidak sedikit menyilang. Sementara itu, interval antara rotasi minimum dilakukan dalam dua minggu.
C.    Pembuatan Jalan, Parit, dan Teras
  • Pembuatan jalan
Kegiatan yang termasuk dalam pekerjaan ini diantaranya mengorek, menimbun, mengeraskan bagian lapangan, membuat bentang, dan membuat parit di sebelah kiri-kanan jalan. Berikut ini jenis jalan beserta ukurannya.
  1. Jalan utama (main road) merupakan jalan induk yang menghubungkan afdeling yang satu dengan yang lainnya, dan dengan pabrik. Lebar jalan utama 8 meter.
  2. Jalan traspor, submain road, jalan primer, jalan afdeling atau jalan produksi yang menghubungkan jalan utama dengan jalan koleksi. Lebar jalan traspo 6 meter.
  3. Jalan koleksi (colleting road) atau jalan sekunder (jalan tengah) merupakan jalan yang terletak di dalam blok-blok penanaman yang berfungsi sebagai tempat pengumpulan hasil atau produksi kebun. Lebar jalannya 4 meter.
  4. Jalan control atau jalan tersier merupakan jalan di dalam kebun yang berfungsi sebagai sarana mengontrol kegiatan di kebun. Lebar jalannya 2-3 meter.
Jalan utama dan jalan produksi dibuat dengan bulldozer dan atau grader. Jalan sepanjang 1 km dibuat dalam waktu 40-80 jam kerja dengan pemakaian bahan bakar 80 liter/jam kerja. Selanjutnya, jalan di padatkan dengan menggunakan alat pemadat (bomag). Pekerjaan ini umumnya dilakukan pada akhir musim hujan.
  • Pembuatan parit (saluran air)
Parit drainase merupakan saluran yang menghubungkan lembah bukit yang satu dengan yang lainnya agar air dapat dialirkan menuju aerah bawah dan akhir nya masuk ke saluran pembuangan. Pembuatan parit dikerjakan dengan menggali tanah sesuai ukuran dasar. Tanah galiannya di buang ke tempat tertentu.
Saluran air di daerah berbukit berupa saluran kebun dan saluran utama yang menyalurkan air ke saluran drainase alam (sungai). Saluran kebun di buat setiap 16 baris tanaman kelapa sawit dan di buat menurut kontur lahan. Saluran utama di buat dengan lebar bagian atas 150 cm, lebar bagian bawah 80 cm. saluran kebun di buat dengan lebar bagian atas 90 cm, lebar bagian bawah 60 cm, dan kedalaman 60 cm.
  •  Pembuatan teras
Berdasarkan derajat kemiringan lahan dikenal teras kontur (bersambung) dan teras individu (tapak kuda). Teras bersambung untuk laham memiliki kemiringan 4-29o dan teras individu 30-40o.
Teras individu di buat menggunakan mal berbentuk tapak kuda dengan muka teras menhadap kea rah lereng bukit. Ukuran teras 3 m x 3 m, jarak antara ajir tanaman dan tepi muka teras selebar 1,25 m.
Pembuatan teras dikerjakan dengan menggali dan menimbun tanah lereng, sehingga tempat tersebutmenjadi rata dan agak datar. Teras individu dibuat menurut kemiringan lahan. Contohnya, pada tingkat kemiringan 15o,  jari-jari teras bias dibuat 1,5 – 2 m.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar